Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012




Tentang Acer Guru Era Baru Award


Saat ini, semakin banyak medium yang digunakan guru untuk berbagi dan mengembangkan diri; tidak terbatas pada blog saja, namun juga media sosial lainnya seperti Twitter, Facebook, YouTube, dll. Berbagai komunitas dengan topik pendidikan juga berkembang pesat, baik di ranah online maupun offline. Salah satunya adalah situs www.guraru.org yang hadir sejak November 2011, di mana guru dan para pemerhati pendidikan bisa saling berbagi pengalaman dan berinteraksi di sana

Guna lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi, terutama blog, dalam menyebarkan ilmu dan pengetahuan, Acer Indonesia melalui program Guru Era Baru (Guraru) mengadakan Acer Guraru Award. Acer Guraru Award, yang sudah dimulai sejak tahun 2010, merupakan penghargaan kepada guru-guru terpilih yang dinilai telah memanfaatkan teknologi dengan efektif dan kreatif. Penghargaan ini diharapkan dapat terus mendorong para guru di Indonesia untuk terus menjadi bagian dari perkembangan teknologi informasi yang positif.

Tahun 2010, Acer Guraru Award menjaring sekitar 40-an blog guru yang dinominasikan oleh 270 orang. Jumlah ini meningkat sangat signifikan tahun 2011, yaitu 275 blog guru yang dinominasikan oleh 2566 orang.

Hingga kini, sudah terpilih dua guru yang mendapat penghargaan Acer Guraru Award; yaitu: Urip (guru Kimia MAN Pangkalan Bun) dan Agus Sampurno (guru SD Internasional Global Jaya, Jakarta). Penghargaan khusus juga diberikan kepada Sawali (guru SMP 2 Pegandon, Kendal) dan Wijaya Kusumah (guru SMP Labschool, Jakarta) atas konsistensinya berbagi mengenai pendidikan melalui blog dan media sosial.

Jika Anda seorang guru dan ingin ambil bagian dalam memajukan Indonesia; ini saatnya mulai menginspirasi murid, rekan sesama guru, serta orang-orang di sekitar Anda. Ikuti pemilihan Acer Guraru Award dengan menominasikan diri Anda. Jika Anda tidak berprofesi sebagai guru, Anda juga bisa berpartisipasi dengan cara menominasikan blog guru yang menurut Anda layak mendapatkan Acer Guraru Award.

Mari mulai menginspirasi untuk jadikan Indonesia lebih baik. Media sosial adalah tempat yang tepat untuk memulainya.






JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2012 telah selesai. Pada berbagai hitung cepat, pasangan nomor urut tiga, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, unggul atas rivalnya, pasangan nomor urut satu, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Lalu apa faktor yang membuat suara Jokowi-Basuki melambung?
Toto Izul Fatah, Direktur Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia, mengungkapkan, pasangan Jokowi-Basuki sukses membangun citra positif pada publik DKI. Terbukti dari survei LSI yang menunjukkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra itu memiliki selisih keunggulan 7-8 persen atas rivalnya.
"Jokowi berhasil membangun figur sebagai orang polos, sederhana, merakyat, dan agak sedikit terzalimi. Apalagi dengan melihat perolehan suara seperti ini," ujar Toto seusai konferensi pers hitung cepat yang dilakukan LSI di kantornya, Kamis (20/9/2012).
Dalam survei hitung cepat tersebut, LSI juga mendapatkan hasil bahwa tingkat golput dalam putaran kedua mengalami penurunan dari 37 persen ke 35 persen. Menurut Toto, 2 persen pemilih yang sebelumnya golput mengarahkan suaranya kepada Jokowi-Basuki. Salah satu faktor migrasi suara itu adalah ketertarikan pemilih terhadap karakter Jokowi-Basuki.
"Kalau dalam analisis survei, 2 persen itu sebagai pelawan halus terhadap incumbent. Di satu sisi dia belum ketemu calon yang lebih hebat. Ada juga yang akhirnya kepincut," tuturnya.
Namun, Toto menegaskan, seharusnya citra yang bagus memiliki sinergi dengan program kebijakan. Menurutnya, pasangan pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang memiliki pencitraan positif dan memiliki program kebijakan yang bagus pula. Pasalnya, tak semua pemimpin yang memiliki rencana kebijakan yang bagus, punya citra yang bagus pula.
Kondisi seperti itulah yang membuat Jokowi dan Basuki dianggap memiliki beban berat jika angka hitung cepat tak berubah signifikan. Pasangan yang memiliki slogan Jakarta Baru itu harus mampu memenuhi harapan publik DKI mengurai benang kusut permasalahan di Ibu Kota.
Dalam hasil hitung cepat LSI, pasangan nomor urut satu, yaitu Foke-Nara meraih 46,32 persen. Sementara rivalnya, pasangan nomor urut tiga, Jokowi-Basuki, menang dengan mendapat 53,68 persen. Persentase tersebut didapat dari 350 TPS yang tersebar dan dipilih secara acak di DKI Jakarta.

Jumat, 30 Maret 2012

Desain Memorial Book

1. 
Add caption
2.


Add caption
3.

Add caption
Yang punya desain lain,tolong posting disini ya !!